Jumat, 27 Mei 2011

O2SN


SUROBOYO - Pelajar Jawa Timur diharapkan mampu mempertahankan tradisi juara umum untuk yang keenam kalinya, pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat nasional pada 4-8 Juli 2011 mendatang.


“Selama lima tahun terakhir, kita selalu juara umum tingkat nasional, mudah-mudahan tahun ini bisa mempertahankan prestasi tersebut,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur, Dr Harun MSi pada wartawan di kantornya, Senin (23/5).

Untuk mencari bibit atlet muda berbakat, sebanyak 1.406 peserta yang terdiri atas pelajar serta oficial tingkat sekolah dasar (SD) se-Jawa Timur akan lebih dulu bertanding dalam O2SN tingkat provinsi yang digelar selama tiga hari di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Selasa (24/5) sampai Kamis (26/5) mendatang.

Seluruh pelajar yang mengikuti Olimpiade tahun ini merupakan para pemenang dari tingkat kabupaten/kota di Jatim. Nantinya, para juara otomatis akan diikutkan pada lomba O2SN tingkat Nasional

Harun berharap pelajar-pelajar Jatim prestasinya tidak hanya terhenti di O2SN, tetapi mampu lebih tinggi lagi terutama di tingkat internasional, yang nantinya mampu membawa nama Indonesia. “Pada 2010 lalu, di cabang Atletik, siswa Jawa Timur juga mampu berprestasi di tingkat Asean, itu sangat membanggakan bukan hanya Jatim saja tapi juga Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut Harun menambahkan, tujuan digelarnya O2SN ini untuk meningkatkan motivasi, kemampuan, serta kecintaan para pelajar akan olahraga yang digelutinya, terutama pada tingkat sekolah dasar.

“Di olahraga kita diajarkan menjunjung sportivitas, dengan terbiasa sportif, maka akan mampu membentuk karakter setiap siswa sehingga lebih kuat dan berani menerima tantangan. tuturnya.

Kepala Bidang TK/SD dan Pendidikan Khusus Dispendik Jatim, Nuryanto, menambahkan, cabang Olahraga (Cabor) yang di pertandingkan di O2SN merupakan olahraga ekstrakulikuler pada masa pendidikan yang ada di sekolah-sekolah. “Kita punya segudang atlet muda masa depan, dengan mengikuti kompetisi sejak usia dini maka kemampuan mereka akan berkembang,” terangnya.

Hal ini dikarenakan, setiap siswa akan berhadapan dengan lawan bertanding yang belum dikenal, sehingga butuh kemampuan lebih untuk bersaing menjadi yang terbaik. Itu akan terus berlangsung selama mereka mengikuti kompetisi.

Tahun ini, ada lima cabor yang akan dipertandingkan dalam O2SN, yakni Atletik, Catur, Tenis Meja, Badminton serta sepakbola mini. “Sebelumnya, yang dipertandingkan ada 11 cabor, tahun ini dipangkas sehingga hanya ada lima cabang olahraga,” kata Nu

ryanto. (hjr-Dinkominfo)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar